Konser Paduan Suara "Simalungun In Harmony"
Filed Under :
Acara
by pgkps.lubangbuaya
Monday, August 27, 2012Tiada kata-kata seindah firman Tuhan, tiada alunan nyanyian s'indah pujian2 surga,dan tiada keindahan seindh kebersamaan pemuda-pemudi dalam satu iman seturut jalan Yesus Kristus.
Filed Under :
Acara
by pgkps.lubangbuaya
Monday, August 27, 2012
Filed Under :
Fenomena
by pgkps.lubangbuaya
Tuesday, October 11, 2011
Filed Under :
Renungan Harian
by pgkps.lubangbuaya
Thursday, August 25, 2011
Lukas 5:15
Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka.
Tahukah Anda bahwa sikap hati Anda adalah penentu apakah Anda siap menerima berkat Tuhan atau tidak? Lukas 5:15 menuliskan seperti ini : Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka. Mengapa saya beri garis bawah pada kata “mendengar Dia dan untuk disembuhkan”? Karena disitulah kuncinya.
Banyak orang datang kepada Yesus, mereka semua ingin mengalami kesembuhan itu namun tidak semua orang mau mendengarkan Dia. Banyak orang hanya ingin berkat Tuhan, namun hanya sedikit yang mau mendengarkan firman-Nya dan melakukannya.
Sayangnya, Anda tidak bisa hanya menerima berkatnya saja. Anda harus mendengarkan Dia dulu dan mengalami Dia, baru berkat-Nya mengalir dalam hidup Anda. Berkat itu hanyalah bonus tambahan saja. Tetapi banyak orang hanya mencari bonusnya saja, tanpa mau menikmati hadiah utamanya, yaitu kehadiran Tuhan Yesus itu sendiri.
Hari ini, mari kita belajar untuk memiliki hati yang mau mendengar. Jika hati kita peka akan suaranya, percayalah berkat itu tidak perlu Anda cari, pasti akan datang dengan sendirinya karena Bapa kita di sorga adalah Bapa yang baik yang tahu kebutuhan anak-anak-Nya.
Hanya orang bodoh yang membuang hadiah utamanya dan hanya menginginkan bonusnya saja.
Terberkati dengan artikel di atas? Ayo dong bagikan ke teman-teman yang lain biar jadi berkat. Kalo kamu punya facebook / twiter/ email klik pilihan di atas. GBU
Kehidupan Ayub yang begitu indah, mempunyai istri dan anak-anak, kekayaan melimpah, sekejap mata habis begitu saja. Anak-anaknya meninggal dan harta kekayaannya habis. Bahkan badan Ayub menjadi penuh barah yang busuk dari telapak kakinya sampai ke batu kepalanya (Ayub 2:7). Ayub harus mengambil sekeping beling (yang berarti tajam) untuk menggaruk badannya dan dia duduk di tengah-tengah abu pula. Istrinya malah bertanya, “Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!”
Ucapan yang sangat tidak membangun dan mematahkan semangat, apalagi ketika kita memikirkan kondisi Ayub yang pada awalnya begitu penuh kebahagiaan berubah drastis menjadi begitu mengibakan. Lalu, datanglah sahabat baiknya. Kita pikir, mungkin mereka akan memberikan dia tempat tinggal, obat-obatan, ataupun makanan karena sekarang dia sudah miskin, tapi nyatanya apa yang mereka lakukan? Memang mereka ikut menderita bersama selama tujuh hari. Tapi setelah itu?
Di tengah kesengsaraan, Ayub harus mendengarkan pendapat dari ketiga temannya yang mengambil kesimpulan mengapa Ayub bisa seperti itu. Sahabat baiknya itu malah menyalahkannya dengan mengatakan dosanya begitu besar. Mungkin saat itu dunia Ayub hancur rubuh. Istrinya menyuruhnya untuk mati, teman-temannya pun tidak mengasihani dia tapi malah menasehatinya.
Dalam menghadapi setiap omongan orang-orang di sekitarnya itu, di kisah selanjutnya Ayub seringkali berkeluh kesah. Mungkin sedikit banyak merasa tersudut dengan perkataan para sahabatnya. Sedikit banyak tak mengerti mengapa kehidupannya bisa begitu mengenaskan. Sedikit banyak menyesali keadaannya. Sampai akhirnya, Tuhan menjawab Ayub dari dalam badai.
Seringkali kita membiarkan orang memberikan opini atau pendapat mereka tentang kita. Bisa jadi pendapat mereka itu sangat membangun dan membuat kita dikuatkan. Tapi kebanyakan, opini-opini yang dikemukakan orang lain kepada kita malah membuat kita merasa sebagai manusia yang tidak berguna. Tapi ingatlah satu hal. Apa yang engkau percayai tentang dirimu, itulah yang akan menentukanmu dan bukannya omongan orang. Sedikit banyak orang-orang lain akan mempengaruhimu, tapi engkau adalah penentunya. Anda juga harus mendengarkan suara Tuhan yang berbicara bagi Anda dan mengijinkan Dia mengatur langkahmu. Maka hidupmu akan seperti Ayub, Tuhan berikan kelimpahan.
Terberkati dengan artikel di atas? Ayo dong bagikan ke teman-teman yang lain biar jadi berkat. Kalo kamu punya facebook / twiter/ email klik pilihan di atas. GBU
Filed Under :
Renungan Harian
by pgkps.lubangbuaya
Thursday, August 18, 2011Wp Theme by www.heldnews.com | HELDNEWS.com by Anak Muda 3007