Tiada kata-kata seindah firman Tuhan, tiada alunan nyanyian s'indah pujian2 surga,dan tiada keindahan seindh kebersamaan pemuda-pemudi dalam satu iman seturut jalan Yesus Kristus.


GEREJA KRISTEN PROTESTAN SIMALUNGUN (GKPS)
Pengakuan Pemerintahan RI, Dep Agama No 149 tgl 10 Juli 1989
Anggota Persekutuan Gereja di Indonesia (PGI)
Jemaat Lubang Buaya
Jl. Pelita Rt.002/012 Kel.Lubang Buaya- Jakarta Timur
Ketua/P.Jemaat : Jl. Kenanga XII Blok K 8/9 Duta Indah Telp. 8480041
Sekretaris : Jl. Duta Indah Raya H 1/8 Pondok Gede Telp 8465274

~~~~~Salam Sejahtera Buat Kita Semuanya.~~~~~

Konser Paduan Suara "Simalungun In Harmony"

Mari kita Menghadiri Konser Ucapan Syukur Paduan Suara Lagu Rohani & Tradisional Simalungun yang dimeriahkan oleh:

PUTRI AYU bernyanyi Lagu Simalungun "Mulak Pe Au Girah".....

----

Pernah Dengar Lagu "Martondur" versi Arragement Paduan Suara...

----

Lagu "Sipukkah Huta" yang merdu dan menyayat hati.....

----

Horja Harangan,,,anda tahu lagunya..??

----

Haroan Bolon/Manduda/serma dengan-dengan...membawa semangat

----

PAkon Lagu Inggou Simalungun Nalegan....

----

Disini dia...Simalungun In Harmony...


Terberkati dengan artikel di atas? Ayo dong bagikan ke teman-teman yang lain biar jadi berkat. Kalo kamu punya facebook / twiter/ email klik pilihan di atas. GBU

Mendengar Seperti Samuel


I Samuel 3:10
"Lalu datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: "Samuel! Samuel!" Dan Samuel menjawab: "Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar.""

Bacaan Kitab Setahun : Mazmur 32; 1 Tesalonika 4; Yesaya 17-18

Seseorang bertanya kepada Joan the Arc mengapa Allah berbicara hanya kepadanya. Ia menjawab, "Tuan, Anda salah. Allah berbicara kepada semua orang. Saya hanya mendengarkan."

Saat Allah berbicara kepada Samuel, seolah-olah anak laki-laki itu sedang berbaring diam-diam pada tengah malam. Bahkan saat itu, Samuel mulanya tidak mengenali suara Allah tersebut. Ia membutuhkan hikmat pembimbingnya yang berpengalaman. Eli, untuk mengerti siapa yang sedang berkomunikasi dengannya. Tetapi, berdasarkan berapa kali Samuel mendengar suara Allah sebagai orang dewasa, jelas bahwa ia memang belajar mengindentifikasi, mendengarkan, dan mematuhi suara Allah.

Para pemimpin sering menjadi orang-orang yang sibuk juga. Dan mereka dapat dengan mudah terperangkap dalam kegiatan kewajiban-kewajiban mereka. Jika Anda adalah salah satu pemimpin, cobalah untuk menyisihkan saat teduh bagi diri sendiri dan mendengarkan pengarahan Allah. Seperti yang dikatakan Bill Hybels, "Para pemimpin perlu meminta Allah untuk memberikan telinga Samuel kepada mereka."

Untuk mendengar suara Tuhan, Anda hanya perlu berserah diri dan mengarahkan telinga kepadaNya

Terberkati dengan artikel di atas? Ayo dong bagikan ke teman-teman yang lain biar jadi berkat. Kalo kamu punya facebook / twiter/ email klik pilihan di atas. GBU

Logo GKPS 2012 "TAHUN PASTORAL GKPS"


Keterangan Logo :
  • Gambar dasar terdiri dari Salib, Gereja dan 2 orang.
  • Gambar Salib melambangkan bahwa kegiatan Pastoral GKPS akan selalu bertujuan dan berlandaskan pada Kristus. Bahwa pelaksanaan pelayanan Pastoral adalah dalam rangka bersaksi akan karya pemyelamatan Kristus bagi dunia.
  • Gambar Gereja yang bernuansa rumah adat Simalungun. Melalui warna dasar hitam, putih dan merah yang menjadi warna ornamen Simalungun. Pelaksanaan kegiatan Pastoral Tahun 2012 juga mengikut sertakan unsur budaya. Menyentuh nilai-nilai budaya dan sosial yang ada ditengah-tengah masyarakat.
  • Gambar dua orang, dimana seorang sedang duduk sebagai gambaran keberadaan anggota jemaat yang menghadapi banyak pergumulan, persoalan hidup. Hal ini sekaligus sebagai gambaran keberadaan anggota jemaat yang selalu bergumul dalam menjalani kehidupan ini. Sementara gambar seseorang yang memberikan tangannya untuk menopang, menolong mereka yang sedang bergumul adalah ciri dari tugas pelayanan Pastoral; perduli (carring) untuk selanjutnya dapat menyembuhkan (healing). Tindakan ini sebagai bentuk dari isi Visi dan Misi GKPS. Menjadi berkat dan keperdulian bagi warga Jemaat dan dunia ini.

Terberkati dengan artikel di atas? Ayo dong bagikan ke teman-teman yang lain biar jadi berkat. Kalo kamu punya facebook / twiter/ email klik pilihan di atas. GBU

Fenomena Penampakan Tuhan Yesus di Solo


Sebuah fenomena penampakan yang dianggap sebagai Tuhan Yesus ramai diperbincangkan dalam Group Blackberry Messenger beberapa hari ini. Penampakan tersebut terjadi di kota Solo Jawa Tengah. Fenomena tersebut berhasil terekam oleh salah seorang warga Solo yang tidak sengaja melihat peristiwa itu.
Dirilis Suara Pembaruan Rabu (5/10) lalu, penampakan tersebut terlihat pada cahaya matahari yang menerobos awan. Menariknya, siluet sinarnya membentuk seperti wujud Tuhan Yesus yang berkilau cahaya, sam seperti peristiwa kenaikan Tuhan Yesus Surga, seperti lazim digambarkan pada hari Paskah.
Foto penampakan tersebut diambil menggunakan Blackberry, pada selasa (4/10) siang. Terlihat ambarnya memang tidak terlalu besar dan kualitasnya memang tidak terlalu bagus. Tapi dalam foto yang diberi judul “Yesus yang Naik ke Surga itu” masih terlihat jelas semburat sinar di belakang tiang-tiang listrik, menggambarkan sosok seperti Yesus. Tak heran foto ini menjadi perbincangan menarik di di grup BBM.
Kontan saja penampakan ini menjadi topik menarik diantara pengguna yang menghubungkannya dengan peristiwa pengeboman didepan Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton Solo. Semua orang dapat mempunyai tanggapan dan pandangan masing-masing mengenai hal ini. Namun terutama adalah apapun yang terjadi tidak mengubah keyakinan kita terhadap Juruselamat kita. (Sumber: Jawaban.com)

Terberkati dengan artikel di atas? Ayo dong bagikan ke teman-teman yang lain biar jadi berkat. Kalo kamu punya facebook / twiter/ email klik pilihan di atas. GBU

Hachiko, Sebuah Teladan Kesetiaan


Amsal 3:3
Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu
Hachiko adalah nama seekor anjing jeni Akita Inu yang hidup di Jepang pada rentang waktu tahun 1923 hingga 1935. Anjing ini menjadi sebuah legenda karena kesetiaannya. Julukannya adalah Hachiko Anjing yang Setia.
Anjing ini lahir dengan nama Hachi, dan menjadi anjing peliharaan Profesor Ueno, seorang pengajar di Universitas Kekaisaran Tokyo. Setiap hari, profesor yang berusia 53 tahun tersebut selalu pergi bekerja dengan diantar oleh Hachi hingga stasiun kereta Shibuya. Bahkan ketika sore tiba, Hachi akan menunggu tuannya pulang dan kembali ke rumah bersama. Namun suatu hari, Profesor Ueno mengalami serangan jantung dan meninggal dunia, saat itu tahun 1925. Setiap hari ia terus pergi ke stasiun dan menunggu tuannya pulang. Selama bertahun-tahun, Hachi dengan setia menanti. Hingga di tahun 1932, seorang pecinta anjing melihatnya dan menuliskan kisahnya. Sejak saat itu pula, kata ko ditambahkan di depan nama Hachi, yang artinya sayang. Kesetiaan dan cinta Hachiko menjadi sebuah teladan di Jepang, bahkan dimasukkan dalam kurikulum pendidikan.
Seekor anjing yang setia begitu menyenangkan hati tuannya, bahkan menyenangkan hati mereka yang mengenalnya. Setiap orang menginginkan kesetiaan, bukan hanya dari hewan peliharaannya, terlebih lagi dari orang-orang yang ia cintai.
Begitu pula dengan Tuhan, Ia ingin kita setia kepada-Nya. Kesetiaan dan ketaatan akan menjadi sebuah beban yang berat ketika kita melakukannya hanya sebagai kewajiban. Tuhan tidak menginginkan hal tersebut. Tuhan menginginkan kita menjadi setia dengan dasar kasih. Tanpa kasih, semua yang kita lakukan akan kehilangan kuasa. Kasih akan membuat hal seberat apapun akan menjadi mungkin dan mampu kita lakukan. Untuk itu, mari kita mulai dari mengasihi Tuhan, maka dengan sendirinya kita akan berjalan dalam jalan ketaatan dan kesetiaan kepada-Nya. (Sumber: Jawaban.com)
Kasih haruslah menjadi dasar bagi kesetiaan dan ketaatan kita. Tanpa kasih, apapun yang kita lakukan akan kehilangan kuasanya.

Terberkati dengan artikel di atas? Ayo dong bagikan ke teman-teman yang lain biar jadi berkat. Kalo kamu punya facebook / twiter/ email klik pilihan di atas. GBU

Yohanes 3:17
“Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia”
Seringkali, di dalam setiap kegagalan yang kita hadapi, kita lalu menyalahkan diri sendiri bahwa kita ini tidak layak, kita tidak berharga, kita tidak berguna, dan lain sebagainya. Padahal, kita seharusnya tahu bahwa kita begitu berharga sampai Tuhan mau turun ke dalam dunia ini untuk menyelamatkan kita.
Tentunya ada banyak dari Anda yang mengenal ayat yang satu ini yang berbunyi, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Anda tentu sudah bisa menebak dimana ayat itu bukan atau setidaknya Anda merasa sering mendengarnya. Betul, ayat itu ada di Yohanes 3:16. Ayat ini salah satu bukti mengapa Anda begitu berharga.
Ayat selanjutnya merupakan penjelasan Tuhan yang luar biasa. Tuhan tidak datang untuk menghakimi kita, meskipun nanti memang akan ada penghakiman, tapi Dia datang ke dunia untuk menyelamatkan kita. Itu artinya, jika kita malah menganggap diri kita sendiri rendah, secara otomatis kita menganggap rendah penyelamatan yang sudah Tuhan lakukan.
Mulai saat ini, jika kita mengalami kegagalan, jangan pernah berputus asa atau menganggap kita gagal. Sebaliknya, kita harus berusaha bangkit lagi dan mengerti bahwa Tuhan punya rencana terindah buat kita. Dengan pemikiran yang positif seperti itu, maka kita dapat terus maju bersama Tuhan dan kita akan mengerti bagaimana berharganya kita buat Tuhan. (Sumber: Jawaban.com)
Jangan kecilkan penghargaan Tuhan untuk Anda sampai mati di kayu salib dengan menganggap Anda sendiri tidak berharga
Terberkati dengan artikel di atas? Ayo dong bagikan ke teman-teman yang lain biar jadi berkat. Kalo kamu punya facebook / twiter/ email klik pilihan di atas. GBU

 
Roma 5 : 5-6
“Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang telah ditentukan Allah.”
Ada banyak orang yang mengalami kekecewaan di dalam hidupnya. Banyak orang yang berpikir dan mengatakan bahwa Tuhan tidak pernah ada di saat-saat mereka butuhkan. Mereka kecewa ketika sesuatu tidak berjalan sesuai yang mereka inginkan dan mereka komplain, “Kenapa Tuhan, ini harus terjadi di hidupku? Katanya Tuhan baik tapi kok aku mengalami hal-hal seperti ini?”
Ada banyak juga yang kecewa karena keadaan fisiknya. Ada yang tidak bisa menerima mengapa dia harus mengalami cacat fisik, ada yang marah kepada Tuhan karena dia mengalami sakit terus menerus dan tidak pernah sembuh. Atau dia marah karena orang-orang yang dia sayangi begitu cepat diambil Tuhan.
Pernahkah Anda mencari tahu kenapa ada hal-hal yang buruk terjadi di dalam hidup Anda? Mengapa Anda tidak menerima yang baik-baik saja padahal di Alkitab dikatakan Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi Dia? Kalau ini yang menjadi pertanyaan Anda, saatnya Anda pertanyakan kembali kepada diri Anda. Jikalau Anda tidak pernah melihat gelap, apakah Anda tahu terang itu seperti apa? Jikalau hidupmu bahagia terus, apakah engkau tahu bagaimana menghargai hidup? Apakah Anda akan lebih kuat?
Karena di dalam kelemahanlah, kuasa Tuhan dinyatakan. Bukan berarti kuasa Tuhan terlalu kecil sehingga hanya bisa dinyatakan saat kita lemah, tapi karena kita terlalu bebal. Kita berpikir kita bisa segalanya, padahal kita butuh Tuhan. Mari kita berharap kepada Tuhan, karena pengharapan tidak mengecewakan. Kasih-Nya pasti tercurah buat kita semua. (Sumber: Jawaban.com)
Jika masalah datang, jangan pernah komplain. Masalah itu ada buat hidupmu terasa lebih berarti. Masalah bukan halangan tapi batu loncatan untuk Anda lebih maju lagi. Jadi, berharaplah akan kasih Tuhan yang akan dicurahkan-Nya untuk Anda.

Terberkati dengan artikel di atas? Ayo dong bagikan ke teman-teman yang lain biar jadi berkat. Kalo kamu punya facebook / twiter/ email klik pilihan di atas. GBU

Teruslah Berusaha

 
Filipi 2:12
“Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya
Setelah kita menerima keselamatan yang dari Tuhan, selanjutnya yang harus kita lakukan adalah mengerjakan keselamatan itu. Kita perlu mendapatkan buah-buah roh yang Tuhan inginkan ada di dalam kehidupan. Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, dan lain sebagainya. Semua itu harus kita kejar agar hidup kita berkenan di hadapan-Nya.
Selain itu, tentu saja kita harus mencampakkan dosa-dosa lama kita dan berbalik. Apa yang dulu kita anggap menguntungkan, merupakan kerugian sekarang ini. Mungkin beberapa kali kita akan jatuh dan berbuat dosa yang sama lagi. Tapi ada satu ilustrasi yang bagus sekali yang digambarkan oleh pendeta Jose Carol.
Seumpama seorang laki-laki yang selalu menonton tayangan merusak pada saat dia belum sungguh-sungguh di dalam Tuhan. Dia menjadi ketagihan. Kemudian, ketika dia datang kepada Tuhan Yesus, dia menerima pengampunan yang seutuhnya. Dia mulai meninggalkan dosa lamanya itu. Tapi, kadang-kadang dia jatuh dalam dosa lamanya itu. Selama 3 bulan, dia pernah jatuh sekali. Tayangan itu masih ditontonnya. Setelah itu, rasa penyesalan yang luar biasa datang padanya.
Dia menganggap dirinya gagal. Dia merasa dirinya tak berguna dan selalu melakukan hal yang sama terus menerus. Dia benci pada dirinya sendiri dan sepertinya tidak kuasa menentang kebiasaan buruknya itu. Perasaan bersalah seringkali memunculkan rasa benci kepada diri sendiri. Namun, kita perlu tahu satu hal.
Selama 3 bulan itu, dia sudah menanamkan hal-hal yang baik di hidupnya. Ketika dia jatuh sekali, artinya dia menanamkan hal yang buruk. Salah jika kita lalu memutuskan untuk tidak lagi memupuk hal-hal baik yang sudah kita lakukan selama ini, karena kita menganggap hal itu sebagai hal yang gagal karena ada hal buruk yang terjadi. Bodoh jika kita membiarkan diri kita dipenuhi penyesalan karena telah menanam ilalang daripada meneruskan perjuangan yang sudah kita lakukan untuk hal-hal yang baik.
Sungguh sia-sia rasanya jika kita terus memikirkan kegagalan dan menghancurkan kesuksesan yang sudah kita bangun selama ini. Kita perlu melihat kembali dan berusaha terus mencapai kesuksesan itu sampai kita bisa berkata bahwa semua itu berhasil kita lakukan karena Tuhan semata. Tiap hari kita meminta bantuan-Nya dan tekad keras dari kita agar hal buruk tak mengganggu lagi. Sampai kita menjadi seperti Diri-Nya, teruslah berusaha.
Mungkin Anda pernah jatuh ke dalam dosa yang sama, namun ingatlah teruslah berusaha agar apa yang Dia mau dalam hidup Anda tercapai.


Terberkati dengan artikel di atas? Ayo dong bagikan ke teman-teman yang lain biar jadi berkat. Kalo kamu punya facebook / twiter/ email klik pilihan di atas. GBU

Responmu Masa Depanmu

 
Kita akan melihat perbedaan respon yang begitu besar dari dua orang ini. Adalah dua buah kisah dari Alkitab yang berbeda dimana menggambarkan respon yang berbeda dari kedua orang dalam menghadapi keputusan Tuhan untuk menghukum mereka karena kesalahan yang mereka lakukan.
Namanya Saul. Dia raja pertama yang memerintah Israel. Saul menjadi raja atas pilihan Tuhan, tapi atas kehendak Tuhan juga Saul digantikan Daud. Di dalam 1 Samuel 10 diceritakan bagaimana Samuel akhirnya mengurapi Saul menjadi raja atas umat Israel. Kemudian Samuel memanggil seluruh bangsa Israel untuk berkumpul. Ketika seluruh suku tampil ke muka, maka didapati suku Benyamin. Lalu tampillah keluarga Matri, dan akhirnya dari keluarga Matri itu didapatilah Saul bin Kish. Namun Saul tidak ditemukan, dia bersembunyi. Kisah selanjutnya, kita tahu bahwa akhirnya Saul diangkat menjadi raja.
Sayang, kisah ini tidak berakhir mulus. Saul membakar korban bakaran dan korban keselamatannya sendiri (1 Sam 13: 9-10) padahal sudah ditentukan hanya imam yang boleh melakukannya. Dan dia berargumentasi, bukannya menunggu kedatangan imam Samuel. Akibatnya, Samuel mengatakan bahwa kerajaan tidak akan selama-lamanya berada di keturunan Saul. Saul juga tidak menepati setiap perkataan agar membunuh semua orang Amalek (1 Sam 15) yang pada akhirnya membuat Tuhan menyesal telah menjadikannya raja. Dan lagi-lagi, sikap Saul ‘ngeyel’ bahkan meminta hormat dari Samuel. Tidak ada penyesalan sedikitpun padanya.
Kisah selanjutnya adalah Daud yang berbuat tidak senonoh dengan berzinah. Dia menghampiri istri Uria, yang saat itu sedang berjuang membela negaranya. Daud mengupayakan segala cara bahkan sampai membunuh Uria ketika Batsyeba mengandung anaknya. Jika ditilik, dosa Daud bahkan lebih besar dari dosa Saul, karena dia sudah menghilangkan nyawa orang tak bersalah (baca 2 Sam 11). Tapi mengapa kasih Tuhan tidak lari daripadanya?
Ketika diperhadapkan dengan dosanya, Saul ‘ngeyel’ dan membenarkan dirinya, sedangkan Daud langsung meminta pengampunan dan merendahkan dirinya sedemikian rupa di hadapan Tuhan agar pengampunan dari Tuhan datang padanya. Ketika dinasihati, Saul menunjukkan sikap sebagai raja yang berkuasa, sedangkan Daud sebagai orang yang melakukan dosa besar. Saul sama sekali tidak merasa berdosa, sedangkan Daud benar-benar menyesal. Sesudahnya, Saul melakukan dosa lainnya yang membuat Tuhan menyesal, sedangkan Daud langsung berbalik arah dari dosa-dosanya. Karena itulah, Tuhan mengokohkan keturunan Daud dan bukannya keturunan Saul.
Setiap respon yang kita berikan dalam setiap keadaan, akan membuat perbedaan yang besar. Apakah respon kita merupakan respon yang positif atau negatif. Apakah kita menyesal dan berbalik dari dosa-dosa kita atau malah sebaliknya, merasa diri sendiri benar. Bagaimana tindakan dan perkataan kita saat ditunjukkan kesalahan yang memang kita lakukan, atau bahkan saat kita tidak bersalah sekalipun. Dalam setiap masalah, peristiwa yang terjadi, respon kita menentukan masa depan kita.

Terberkati dengan artikel di atas? Ayo dong bagikan ke teman-teman yang lain biar jadi berkat. Kalo kamu punya facebook / twiter/ email klik pilihan di atas. GBU

Pelangi Kasih-Nya

 
Amsal 23:18
Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.
Salah satu lagu yang sangat berkesan dalam hidup saya adalah pujian yang berjudul : Pelangi Kasih-Nya karya Herry Priyonggo. Lagu ini selalu menguatkan saya ketika melalui masa-masa sulit. Akhir syair lagu ini berkata:

Tangan Tuhan sedang merenda
Suatu karya yang agung mulia
Saatnya ‘kan tiba nanti
Kau lihat pelangi kasih-Nya
Syair lagu tersebut menjadi janji Tuhan yang selalu saya pegang. Seperti seseorang yang sedang merajut sebuah baju hangat atau syal, pada saat sedang dikerjakan kadang kita masih belum bisa melihat bentuknya atau melihat hal itu hanya sekumpulan benang kusut saja. Namun jika kita bersabar hingga semua itu selesai dikerjakan, maka kita akan mendapatkan sebuah karya yang indah dan sangat berharga.
Demikian juga dengan kehidupan kita, saat masalah atau badai kehidupan terjadi dalam hidup kita, yang terlihat hanyalah kusutnya kehidupan dan kita tidak bisa melihat titik cerah dari masalah tersebut. Namun jika kita mau terus percaya dan berharap pada Tuhan hingga akhir, maka kita akan mendapati bahwa semua itu Tuhan kerjakan untuk mendatangkan kebaikan bagi kita.
Tuhan tidak pernah memberikan ular beracun kepada yang meminta roti. Seburuk apapun kondisi Anda, percayalah Tuhan memiliki rencana indah atas hidup Anda. 

Terberkati dengan artikel di atas? Ayo dong bagikan ke teman-teman yang lain biar jadi berkat. Kalo kamu punya facebook / twiter/ email klik pilihan di atas. GBU

Tipe Cowok Baik Menurut Amsal 31

 
Biasanya Amsal 31 dikenal sebagai Amsal mengenai wanita atau lebih tepatnya istri yang bijak. Namun, di dalam Amsal ini ternyata juga terkandung nilai-nilai bagaimanakah seorang pria yang baik, yang pantas dijadikan suami di kemudian harinya. Mari kita simak ulasan berikut ini :
Tahu Kekuatannya Dipakai Buat Apa
Dikatakan bahwa seorang laki-laki janganlah hendaknya memberikan kekuatannya kepada perempuan, tepat sekali seperti penggambaran mengenai Simson yang memberikan kekuatannya kepada wanita yang dicintainya namun akhirnya yang menjadi kejatuhannya. Seorang laki-laki haruslah mempunyai kekuatan untuk dirinya sendiri. Dengan begitu dia tahu bahwa kekuatan itu benar-benar dipakai buat apa, apakah hal-hal yang menyenangkan Tuhan atau tidak.
Mempunyai jalan yang lurus.
Janganlah memberi jalan kepada wanita-wanita yang membinasakan raja-raja. Kisah ini persis seperti Salomo yang jatuh kepada penyembahan berhala karena istri-istri beserta gundik-gundiknya. Sama seperti itu, seorang laki-laki yang tidak pernah menyerahkan jalannya kepada kesesatan dan terus berpaut kepada Tuhan, tidak kompromi dengan dosa adalah cowok yang pantas Anda cari.
Tidak minum minuman keras.
Jangan sampai karena minum ia melupakan apa yang telah ditetapkan dan membengkokkan hak orang-orang yang tertindas. Jangan demi hal-hal yang disukainya, dia jadi lupa diri dan membuat orang lain menderita. Cowok yang baik, tidak hanya baik kepada orang yang dicintainya tapi juga terhadap semua orang.
Membuka mulutnya
Dia membuka mulutnya untuk orang yang bisu, untuk hak semua orang yang merana, dan mengambil keputusan secara adil. Dia peduli kepada mereka yang menderita. Bukan hanya peduli, dia memperjuangkan kebahagiaan mereka, karena dia tahu untuk apa dia hidup. Dia mempunyai tujuan yang jelas dalam hidupnya. Tidak muluk-muluk, tapi semuanya agar hidupnya menjadi perpanjangan tangan Tuhan.
Tipe cowok seperti inilah yang wajib dicari oleh para kaum hawa. Cowok yang sudah dewasa secara rohani akan menjadi kepala rumah tangga yang bijaksana. Keluarga yang hendak dibangun nantinya akan berada di jalur yang tepat.


Terberkati dengan artikel di atas? Ayo dong bagikan ke teman-teman yang lain biar jadi berkat. Kalo kamu punya facebook / twiter/ email klik pilihan di atas. GBU

Hati yang Mau Mendengar


Lukas 5:15
Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka.
Tahukah Anda bahwa sikap hati Anda adalah penentu apakah Anda siap menerima berkat Tuhan atau tidak? Lukas 5:15 menuliskan seperti ini : Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka. Mengapa saya beri garis bawah pada kata “mendengar Dia dan untuk disembuhkan”? Karena disitulah kuncinya.
Banyak orang datang kepada Yesus, mereka semua ingin mengalami kesembuhan itu namun tidak semua orang mau mendengarkan Dia. Banyak orang hanya ingin berkat Tuhan, namun hanya sedikit yang mau mendengarkan firman-Nya dan melakukannya.
Sayangnya, Anda tidak bisa hanya menerima berkatnya saja. Anda harus mendengarkan Dia dulu dan mengalami Dia, baru berkat-Nya mengalir dalam hidup Anda. Berkat itu hanyalah bonus tambahan saja. Tetapi banyak orang hanya mencari bonusnya saja, tanpa mau menikmati hadiah utamanya, yaitu kehadiran Tuhan Yesus itu sendiri.
Hari ini, mari kita belajar untuk memiliki hati yang mau mendengar. Jika hati kita peka akan suaranya, percayalah berkat itu tidak perlu Anda cari, pasti akan datang dengan sendirinya karena Bapa kita di sorga adalah Bapa yang baik yang tahu kebutuhan anak-anak-Nya.
Hanya orang bodoh yang membuang hadiah utamanya dan hanya menginginkan bonusnya saja.
Terberkati dengan artikel di atas? Ayo dong bagikan ke teman-teman yang lain biar jadi berkat. Kalo kamu punya facebook / twiter/ email klik pilihan di atas. GBU

Hidup Ini Adalah Sebuah Proses

Kadang kita bertanya dalam hati dan menyalahkan Tuhan, “Apa yang telah saya lakukan sampai saya harus mengalami ini semua?” atau “Kenapa Tuhan membiarkan ini semua terjadi pada saya?”
Here is a wonderful explanation…
Seorang anak memberitahu ibunya kalau segala sesuatu tidak berjalan seperti yang dia harapkan. Dia mendapatkan nilai jelek dalam raport, putus dengan pacarnya dan sahabat terbaiknya pindah ke luar kota.
Saat itu ibunya sedang membuat kue dan menawarkan apakah anaknya mau mencicipinya. Dengan senang hati anaknya berkata, “Tentu saja, I love your cake.”
“Nih, cicipi mentega ini,” kata Ibunya menawarkan.
“Yaiks,” ujar anaknya.
“Bagaimana dengan telur mentah?”
You’re kidding me, Mom.”
“Mau coba tepung terigu atau baking soda?”
“Mom, semua itu menjijikkan!!”
Lalu ibunya menjawab, “Ya, semua itu memang kelihatannya tidak enak jika dilihat satu per satu. Tapi jika dicampur jadi satu melalui satu proses yang benar, akan menjadi kue yang enak.”
Tuhan bekerja dengan cara yang sama. Seringkali  kita bertanya kenapa Dia membiarkan kita melalui masa-masa yang sulit dan tidak menyenangkan. Tapi Tuhan tahu jika Dia membiarkan semuanya terjadi satu per satu sesuai dengan rancangan-Nya, segala sesuatunya akan menjadi sempurna tepat pada waktunya. Kita hanya perlu percaya proses ini diperlukan untuk menyempurnakan hidup kita.
Tuhan teramat sangat mencintai kita. Dia  mengirimkan bunga setiap musim semi dan sinar matahari setiap pagi. Setiap saat kita ingin bicara, Dia akan mendengarkan. Dia ada di setiap saat kita membutuhkan-Nya. Dia ada di setiap tempat dan Dia memilih untuk berdiam di hati kita.

Terberkati dengan artikel di atas? Ayo dong bagikan ke teman-teman yang lain biar jadi berkat. Kalo kamu punya facebook / twiter/ email klik pilihan di atas. GBU

Omongan Mana yang Masuk ke Hatimu?

 Kehidupan Ayub yang begitu indah, mempunyai istri dan anak-anak, kekayaan melimpah, sekejap mata habis begitu saja. Anak-anaknya meninggal dan harta kekayaannya habis. Bahkan badan Ayub menjadi penuh barah yang busuk dari telapak kakinya sampai ke batu kepalanya (Ayub 2:7). Ayub harus mengambil sekeping beling (yang berarti tajam) untuk menggaruk badannya dan dia duduk di tengah-tengah abu pula. Istrinya malah bertanya, “Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!”

Ucapan yang sangat tidak membangun dan mematahkan semangat, apalagi ketika kita memikirkan kondisi Ayub yang pada awalnya begitu penuh kebahagiaan berubah drastis menjadi begitu mengibakan. Lalu, datanglah sahabat baiknya. Kita pikir, mungkin mereka akan memberikan dia tempat tinggal, obat-obatan, ataupun makanan karena sekarang dia sudah miskin, tapi nyatanya apa yang mereka lakukan? Memang mereka ikut menderita bersama selama tujuh hari. Tapi setelah itu?
Di tengah kesengsaraan, Ayub harus mendengarkan pendapat dari ketiga temannya yang mengambil kesimpulan mengapa Ayub bisa seperti itu. Sahabat baiknya itu malah menyalahkannya dengan mengatakan dosanya begitu besar. Mungkin saat itu dunia Ayub hancur rubuh. Istrinya menyuruhnya untuk mati, teman-temannya pun tidak mengasihani dia tapi malah menasehatinya.

Dalam menghadapi setiap omongan orang-orang di sekitarnya itu, di kisah selanjutnya Ayub seringkali berkeluh kesah. Mungkin sedikit banyak merasa tersudut dengan perkataan para sahabatnya. Sedikit banyak tak mengerti mengapa kehidupannya bisa begitu mengenaskan. Sedikit banyak menyesali keadaannya. Sampai akhirnya, Tuhan menjawab Ayub dari dalam badai.
Seringkali kita membiarkan orang memberikan opini atau pendapat mereka tentang kita. Bisa jadi pendapat mereka itu sangat membangun dan membuat kita dikuatkan. Tapi kebanyakan, opini-opini yang dikemukakan orang lain kepada kita malah membuat kita merasa sebagai manusia yang tidak berguna. Tapi ingatlah satu hal. Apa yang engkau percayai tentang dirimu, itulah yang akan menentukanmu dan bukannya omongan orang. Sedikit banyak orang-orang lain akan mempengaruhimu, tapi engkau adalah penentunya. Anda juga harus mendengarkan suara Tuhan yang berbicara bagi Anda dan mengijinkan Dia mengatur langkahmu. Maka hidupmu akan seperti Ayub, Tuhan berikan kelimpahan.

Terberkati dengan artikel di atas? Ayo dong bagikan ke teman-teman yang lain biar jadi berkat. Kalo kamu punya facebook / twiter/ email klik pilihan di atas. GBU

 
24 kebenaran tentang diri Anda yang harus Anda ketahui dan harus selalu Anda ingat…
Dan 1 hal yang tidak boleh Anda lupakan sepanjang hidup Anda di bumi ini…
Kehadiran Anda adalah sebuah hadiah bagi dunia.
Anda unik dan hanya Anda yang seperti Anda di dunia ini.

Hidup Anda dapat menjadi apa yang Anda inginkan.
Satu hari yang Anda lewati tidak akan pernah dapat diputar kembali

Hitunglah berkat Anda, bukan masalah Anda.

Anda dapat melalui segala rintangan apa pun yang datang dalam hidup Anda.
Dalam diri Anda terdapat begitu banyak jawaban.
Dalam hidup ini, Anda harus menjadi orang yang memahami orang lain, memiliki keberanian, dan kuat.

Jangan memberi batas pada diri sendiri.

Begitu banyak mimpi yang menunggu untuk diwujudkan.
Keputusan-keputusan yang Anda ambil hari ini akan mempengaruhi masa depan Anda.
Raihlah puncak Anda, tujuan Anda, dan hadiah Anda.

Tidak ada limbah yang lebih banyak mengeluarkan energi Anda, selain daripada kekhawatirkan.

Semakin lama Anda diam dalam masalah, semakin berat itu bagi diri Anda.
Janganlah mengambil hal-hal yang terlalu serius.
Hiduplah dalam ketenangan, bukan kehidupan dalam penyesalan.

Ingatlah bahwa sedikit cinta saja dapat mengubah hidup seseorang.

Banyak cinta dapat membuat dunia ini penuh dengan keajaiban.
Ingatlah bahwa persahabatan adalah investasi yang bijaksana.
Harta kehidupan adalah orang-orang yang ada dan berinteraksi di sekeliling Anda.

Sadarilah bahwa tidak pernah ada kata terlambat.

Lakukan hal-hal biasa dengan cara yang luar biasa.
Miliki kesehatan, harapan dan kebahagiaan.
Sediakan waktu untuk berdoa kepada Tuhan.

Dan jangan pernah lupa. . .

Bahkan barang sehari pun. . .
Bahwa Anda sangatlah istimewa.

Terberkati dengan artikel di atas? Ayo dong bagikan ke teman-teman yang lain biar jadi berkat. Kalo kamu punya facebook / twiter/ email klik pilihan di atas. GBU

Semurni Emas

 
1 Petrus 1:7
“Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu–yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api–sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.”
Salah satu bentuk investasi yang sering dianggap aman bahkan jauh lebih aman ketimbang menyimpan dalam mata uang tertentu oleh banyak orang adalah dengan menabung dalam bentuk emas murni. Ada sebuah proses pemurnian emas yang dilakukan lewat proses pembakaran. Metodenya adalah dengan memberi panas pada emas hingga mencair. Disaat emas sudah cair, berbagai kotoran yang melekat padanya seperti debu, karat dan unsur-unsur logam lain akan naik ke permukaan, sehingga semua kotoran ini bisa dipilah dan dibuang.
Demikianlah proses ini dilakukan berulang-ulang hingga akhirnya diperoleh emas yang benar-benar murni, bebas dari segala kotoran dan campuran logam lainnya. Dari proses pembakaran itu akan jelas terlihat mana emas yang murni, mana yang masih dipenuhi oleh kotoran-kotoran yang mengurangi kadar kemurnian emas itu.
Demikian pula iman kita. Agar bisa murni, iman harus melalui proses pemurnian pula sama seperti emas. Ada banyak orang yang ingin memiliki iman murni tetapi tidak mau melalui prosesnya. Proses pemurnian bukanlah sesuatu yang nyaman untuk dihadapi. Emas pun demikian bukan? Emas harus melalui proses pembakaran dengan suhu yang sangat tinggi untuk dapat dimurnikan.
Ada kalanya Tuhan mengijinkan kita untuk masuk ke dalam pencobaan. Bukan untuk menyiksa kita, namun untuk memurnikan iman kita. Seperti halnya emas diproses hingga menjadi murni, iman kita pun terkadang harus melalui proses pemurnian lewat pencobaan-pencobaan yang mungkin rasanya sangat menyakitkan seperti dibakar.
Apa yang kita alami hari-hari ini pun sama sekali tidak mudah. Ada banyak ancaman, intimidasi atau paksaan yang kita hadapi, belum lagi berbagai bentuk godaan duniawi yang setiap saat bisa meluluh lantakkan iman kita. Anggaplah itu semua sebagai ujian yang bisa menjadi alat ukur kemurnian iman kita.
Bagaimana kita menyikapi permasalahan akan menjadi ukuran seteguh apa iman kita percaya pada Tuhan. Pencobaan yang terkadang membawa kita ke dalam penderitaan akan membangkitkan pengharapan dan ketekunan kita serta melatih iman kita agar lebih kuat dan tentunya lebih murni. Proses “pembakaran” iman kita akan melepaskan segala kotoran yang melekat pada iman kita, sehingga akhirnya kita bisa memiliki sebentuk iman yang murni, sama seperti emas murni.
Lihatlah, bukankah semua itu bertujuan untuk kebaikan kita? Kita dipersiapkan agar layak menerima segala janji Tuhan yang sudah disediakanNya bagi kita semua. Itulah sebabnya kita harus bersyukur ketika kita melewati pencobaan. Jangan menyerah dan terburu-buru mencari alternatif yang menyesatkan ketika sedang menghadapi proses pemurnian, karena di ujung proses itu ada upah besar yang sedang menanti kita.
Lewati proses pembakaran dengan bersyukur karena pada akhirnya anda akan terus mendapati iman yang semakin murni

Terberkati dengan artikel di atas? Ayo dong bagikan ke teman-teman yang lain biar jadi berkat. Kalo kamu punya facebook / twiter/ email klik pilihan di atas. GBU

Allah Menghargai Iman

 
Mazmur 139:17
Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya.
Bagaimana orangtua bisa bahagia apabila anaknya terus menerus bertanya apakah kebutuhan-kebutuhannya akan dipenuhi? Orangtua akan merasa frustasi dan sedih, bahkan mungkin marah karena anaknya tidak memercayainya.
Alkitab mencatat beberapa referensi yang menceritakan pada kita tentang betapa Allah sangat senang bila kita memercayai DIA atas setiap kebutuhan. Prajurit mengekspresikan iman yang besar ketika ia memberitahukan Yesus untuk “katakan sepatah kata saja” maka pelayannya akan disembuhkan. Yesus mengatakan pada murid-muridNya, “Pandanglah burung-burung …. yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?” (Matius 6:26).
Allah menghargai kepercayaan kita kepada-Nya melebihi kualitas karakter yang lainnya. Dan bagaimana kita mengembangkan kepercayaan? Caranya dengan meluangkan waktu di hadirat Allah, melalui doa, penyembahan, dan membaca firman-Nya. Kita juga mengembangkannya saat melangkah dengan iman, dan menemukan bahwa DIA sungguh-sungguh dapat dipercaya. Apakah Anda memercayai DIA untuk setiap kebutuhan dalam hidup Anda? (Hope for Eacy Day; Billy Graham; Penerbit Metanoia)
Iman adalah hal yang paling Allah cari-cari di dalam kehidupan setiap orang yang mengaku sebagai murid-Nya.

Terberkati dengan artikel di atas? Ayo dong bagikan ke teman-teman yang lain biar jadi berkat. Kalo kamu punya facebook / twiter/ email klik pilihan di atas. GBU

Kita Merdeka Setiap Hari

 
Galatia 5:1
 
Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.
Jujur saya katakan saya tidak sepenuhnya memahami arti kata kemerdekaan. Saat melakukan upacara bendera dan menyanyikan lagu “Indonesia Raya”, terselip satu rasa yang bertanya, “Sungguhkah kita sudah merdeka?” Di bawah pengajaran Alkitab, kita belajar akan tiga kekuatan besar yang membuat kita tidak dapat menemukan warisan rohani yang telah diberikan kepada kita. Ketiga musuh itu adalah dunia, kedagingan dan iblis.
Seringkali kita terjebak dalam dunia konsumerisme. Istilah Alkitab yang tepat untuk menggambarkan kondisi ini adalah dipengaruhi oleh keinginan mata. Kita menghabiskan banyak waktu dan energi untuk berkunjung ke ‘tempat ibadah modern’ umat manusia yang dikenal sebagai mall. Banyak orang yang begitu memuja gaya hidup ini yang terlihat dari cara mereka berbelanja secara sembrono. Tapi sadarkah Anda terlalu banyak harga yang harus Anda bayar jika Anda tidak menjadikan Tuhan sebagai pusat hidup Anda.
Hal ini sungguh menyadarkan saya untuk melepaskan segala keinginan materi karena sesungguhnya di saat yang sama, saya kehilangan kebebasan sejati saya yang sangat berharga. Rhema ini terjadi ketika saya sepakat dengan Tuhan bahwa terlalu tinggi harga yang harus saya bayar dengan gaya hidup yang jauh dari-Nya. Saya sadar apapun yang menggantikan posisi-Nya sebagai pusat kehidupan saya merupakan berhala. Dan saya harus melepaskan hal itu.
Bersama Tuhan, saya pun membenahi hati saya di hadapannya. Dan Tuhan membawa saya ke Galatia 5:1. Saya pun menemukan bahwa di dalam Kristus, kita telah dimerdekakan (Yohanes 8:36). Ada pertandingan iman yang harus dimenangkan untuk mempertahankan kemerdekaan itu. Kemerdekaan itu sendiri saya peroleh melalui pengorbanan Yesus di atas kayu salib. Jadi, kenapa saya tidak berjuang untuk itu?
Saya belajar suatu pelajaran yang sangat berharga. Kebebasan TIDAK datang dengan gratis. Bagi saya, hal itu bicara tentang berdoa senantiasa, menjaga hati dan berdiri teguh dengan perisai iman saya. Salah satu kunci untuk menikmati kemerdekaan ini adalah dengan menyadari bahwa pertempuran iman ini telah dimenangkan Yesus bagi kita. Kita percaya bahwa pintu penjara telah terbuka lebar dan pada satu titik kita dapat keluar dan bebas dari perhambaan dosa. Seringkali yang terjadi adalah kita yang mengunci diri kita sendiri di dalam penjara dosa karena kita melupakan siapa diri kita dan apa yang kita miliki di dalam Kristus.

Doa saya adalah agar kita semua yang dipanggil dengan nama-Nya tahu dan mengerti bahwa itulah yang diinginkan Tuhan agar kita menyadari kebebasan yang kita miliki, bukan hanya sehari dalam setahun, namun setiap hari memproklamirkan kebebasan kita dengan sukacita. Merdeka harus kita nikmati setiap hari.
 Doa, menjaga hati dan berdiri teguh dengan perisai iman akan membawa Anda kepada kemenangan dari pertandingan iman.

Terberkati dengan artikel di atas? Ayo dong bagikan ke teman-teman yang lain biar jadi berkat. Kalo kamu punya facebook / twiter/ email klik pilihan di atas. GBU

A Life Without Limits

 
Bagaimana jika kita menjalani hidup tanpa batas? Maksud saya bukanlah hidup tanpa norma dan etika, tapi hidup tanpa BATAS!
Jika kita hidup dalam sebuah kehidupan yang terkurung dan terbatas, kita harus bertanya pada diri kita sendiri, “Mengapa hal itu bisa terjadi?” Alkitab berbicara tentang apa yang BISA kita lakukan dan bukannya apa yang TIDAK BISA kita lakukan! Tapi bukankah kita (orang Kristen) tidak melihat seperti itu? Kita telah salah mengartikan atau menyalahgunakan Firman-Nya untuk menciptakan batasan di dalam kehidupan kita. Seolah-olah kita justru membatasi Yesus yang jelas-jelas hidup, mati dan bangkit dari kematian!
Saya sering melihat putra kecil saya berlari dan bermain. Dia tahu batasannya (untuk tetap di halaman), tetapi dia tidak membatasi dirinya. Putra saya masih terlalu kecil untuk memahami mengapa ia memiliki bekas luka dari tenggorokan sampai melewati pusarnya. Dia bahkan tidak menyadari bahwa bekas luka itu ada… bekas luka itu baginya adalah sesuatu yang normal. Putra saya tidak pernah tahu bahwa ia terlahir dengan jantung tak berkatup dan perut yang terbuka.
Putra saya tahu kalau dirinya suka berlari, dan dia melakukannya! Fakta bahwa ia telah menjalani tiga kali operasi perut, operasi jantung tanpa katup dan dirawat darurat di empat rumah sakit yang berbeda di tahun-tahun pertama hidupnya tidak menghentikan kesukaannya sama sekali. Dalam pikirannya, tidak ada yang bisa membatasi dirinya.
Seperti itulah Tuhan menciptakan kita. SETIAP kita memiliki bekas luka yang berbeda-beda. Sangat sedih untuk dikatakan, namun kenyataannya bekas luka fisik dan luka emosional adalah bagian dari kehidupan yang kita jalani. Di sisi lain, bekas luka ternyata berdampak lebih kuat daripada luka itu sendiri ketika baru saja terjadi.
Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.
 
(2 korintus 12:10)
Kita tidak harus dibatasi oleh bekas luka yang kita miliki, dan kita juga tidak harus dibatasi oleh apa yang kita PIKIRKAN. Tuhan berkata kita tidak bisa atau tidak harus melakukannya.
Ketika saya masih kecil, saya membuat sebuah permainan yang saya namakan ‘Bagaimana jika?’ Permainan itu seperti ini… Bagaimana jika saya dapat terbang? Maka saya bisa melihat SELURUH dunia! Bagaimana jika saya bisa lari terus tanpa berhenti? Maka saya bisa mengunjungi 48 negara bagian di Amerika! Bagaimana jika saya tidak harus menghabiskan waktu dengan tidur atau makan? Maka lebih banyak hal yang bisa saya capai dengan melakukan lebih banyak hal! Coba perhatikan pertanyaan saya ini, “Bagaimana jika saya tidak membatasi hidup saya?” Maka jawaban dari pertanyaan itu akan menjadi, “Saya bisa hidup secara maksimal!”
Pertanyaan saya adalah ini, “Dengan cara apa Tuhan telah membatasi kita?”
Dia memberikan kasih-Nya bagi kita. Dia memberikan Putra-Nya untuk membayar jalan-Nya bagi kita. Dan Dia memberikan Roh Kudus untuk memampukan kita hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Dimana batasannya? Kita memiliki izin, tiket dan kuasa untuk menjalani hidup tanpa batas. Jadi, lakukanlah!

Mari kita hidup semata-mata termotivasi oleh kasih-Nya. Mari kita menjalani kehidupan yang diarahkan oleh mata-Nya. Mari kita tolak rasa takut, rasa bersalah dan keraguan dengan mendengarkan suara-Nya. Mari kita izinkan Dia untuk mengajari kita bagaimana menjalani hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Tuhan telah memampukan kita untuk mencapai apa yang baik, benar dan indah. Mari kita miliki perspektif Allah dan menjalani hidup dengan perspektif itu.
Sangat masuk akal bagi kita untuk hidup dalam batasan (hidup menjauhi dosa) yang diatur-Nya demi keselamatan dan kesejahteraan kita. Tapi bagaimana jika kita tidak membatasi kasih kita? Bagaimana jika kita tidak begitu protektif dalam menjalani hubungan? Bagaimana jika kita tidak takut gagal ataupun sukses? Bagaimana jika kita memiliki hikmat-Nya? Bagaimana jika kita langsung patuh pada bisikan-Nya? Bagaimana jika kita memberikan kata-kata penguatan kepada orang yang sedang terluka? Bagaimana jika kita berani berdoa bagi kesembuhan seseorang meskipun kita tidak merasa bahwa kita memiliki iman yang cukup untuk menyembuhkannya? Daftar-daftar ini tidak ada habisnya bukan?

Allah telah memberikan sebuah kehidupan yang tak terkira kepada kita. Yesus berkata, “Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka.” (Yohanes 8:36) Yesus telah diurapi untuk “menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin”. Yesus diutus untuk “memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas dan untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang” (Lukas 4:18-19). Jika kita hidup tanpa batas, bukankah sangat beralasan jika orang lain seharusnya menerima dampaknya dan hidupnya diubahkan?
Saya masih dapat mengingat dengan jelas ketika anak saya berlari dengan kelainan jantung yang diidapnya. Dia telah menjadi seorang pemuda saat ini, dan dia telah menjadi pengingat bagi saya bahwa kami melayani Allah yang tidak terbatas. Tuhan telah memampukan kita dengan Roh-Nya untuk hidup di luar batas.
Sumber : Gail Casteen

Terberkati dengan artikel di atas? Ayo dong bagikan ke teman-teman yang lain biar jadi berkat. Kalo kamu punya facebook / twiter/ email klik pilihan di atas. GBU

Siap Terbang

 
Sesuatu yang baru muncul di teras depan kamar ayah pada musim semi ini: sebuah sarang. Seekor burung Robin sepertinya telah memutuskan bagian atas pojok ruangan tepat di bawah atap logam akan menjadi tempat yang sempurna untuk menempatkan rumah barunya.
Perlahan-lahan burung Robin betina ini mulai membangun sarangnya. Ayah saya melihat apa yang dia lakukan dan membuang sarang burung ke belakang rumah kami. Ayah saya berharap dengan dengan ia melakukan ini maka burung Robin tidak membangun sarangnya dan memilih pohon terdekat untuk membangun sarangnya. Namun, dugaannya salah. Burung Robin tetap membangun sarangnya di bagian atas pojok ruangan teras rumah kami.
Setiap ayah saya membersihkannya, burung Robin tersebut terus kembali untuk membangun kembali sarangnya lagi dan lagi. Akhirnya, ayah saya menyerah dan membiarkan ia menyelesaikan pekerjaannya. Ketika itu dilakukan, burung Robin tersebut ternyata bertelur dan duduk hangat tanpa ada gangguan apapun.
Beberapa minggu kemudian, tiga kepala kecil tiba-tiba muncul di sudut sarang. Saya belum pernah melihat bayi burung begitu dekat sebelumnya. Masing-masing tampak seperti burung pemakan bangkai kecil yang mengenakan sweater. Saya melihat dengan heran saat kepala burung kecil tersebut sedikit miring ke belakang dan paruhnya membentang lebar untuk menerima makanan yang dijatuhkan ke dalamnya. Saya tahu juga bahwa induk mereka akan melanjutkan pekerjaannya sehari-hari, penuh kasih sayang member makan bayi-bayinya sampai mereka dewasa, indah, dan siap untuk terbang.
Menonton burung-burung bayi membuat saya berpikir juga tentang betapa banyak dari kita setiap hari meringkuk di “sarang” kita sendiri, yang padahal diri kita sebenarnya siap untuk terbang. Begitu banyak dari kita melihat ke tepi, takut untuk membuat lompatan pertama dalam hidup. Begitu banyak dari kita menghabiskan waktu kita memimpikan terbang ke awan, sementara faktanya saat ini kita duduk ketakutan di atas tumpukan tongkat.
Maksud Tuhan menciptakan kita bukanlah agar kita bersembunyi di sarang-sarang kita. DIA menciptakan kita untuk terbang ke langit. Kita hanya perlu membuat lompatan pertama saja. Jangan biarkan hanya burung yang memiliki semua kesenangan itu. Ingatlah, Anda sudah siap melakukannya sekarang. Terbanglah tinggi, raih apa yang Tuhan sudah janjikan dan taruhkan dalam kehidupan Anda !

Terberkati dengan artikel di atas? Ayo dong bagikan ke teman-teman yang lain biar jadi berkat. Kalo kamu punya facebook / twiter/ email klik pilihan di atas. GBU